Tata Tertib di Pengadilan

 

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA DENPASAR

Jl. Kapten Cok Agung Tresna No.4,  Kel. Renon
Kec.Denpasar Timur, Kota Denpasar – Bali 80235

Tlp/Fax :   ( 0361) 236213 

Website: http://www.ptun-denpasar.go.id | Email: ptun.denpasar@gmail.com

 

 

TATA TERTIB DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA DENPASAR

Dalam rangka melaksanakan ketentuan pasal 68 ayat (4) dan Pasal 69 ayat (1), (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara demi mencapai Pengadilan Tata Usaha Negara Denpasar yang aman dan tertib, maka perlu ditetapkan tata tertib di Pengadilan Tata Usaha Negara Denpasar sebagai berikut :

 

A.TATA TERTIB UMUM :

 

Pihak Pengadilan memiliki panduan mengenai tata tertib yang harus ditaati oleh semua orang yang  memasuki gedung Pengadilan sebagai berikut :

1.      Semua orang yang  memasuki gedung Pengadilan wajib lapor pada petugas piket / informasi dan mengisi buku tamu. Khusus untuk para pihak yang berperkara wajib mengisi buku daftar hadir persidangan. 

2.      Wajib mengenakan pakaian yang sopan, rapi dan bersepatu.

3.      Semua orang yang  datang ke pengadilan wajib menunjukkan sikap hormat kepada institusi pengadilan dan jika ada pihak yang tidak menunjukkan rasa  hormat kepada institusi Pengadilan maka Ketua Pengadilan dapat memerintahkan individu tersebut untuk dikeluarkan dari ruang sidang / pengadilan dan bahkan dapat dituntut secara pidana.  (Pasal 69 ayat  (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986  dan Pasal 218 ayat (2) KUHAP)

4.      Tidak diperkenankan membawa benda – benda seperti senjata api, benda tajam, bahan peledak,  dan peralatan lainnya yang  dapat membahayakan keamanan pengadilan serta dilarang membawa narkoba dan sejenisnya. (Pasal 219 ayat (1) KUHAP)

5.      Petugas Keamanan dapat melakukan penggeledahan kepada setiap orang yang  dicurigai membawa benda – benda seperti yang tercantum pada point 4 diatas dan jika di dapati membawa benda – benda tersebut wajib diserahkan kepada petugas keamanan untuk dititipkan di tempat khusus, yang  nantinya akan dikembalikan setelah yang bersangkutan meninggalkan kantor pengadilan.  Bahkan jika ada pengunjung yang kedapatan membawa berbagai benda berbahaya tersebut dapat dikenai tuntutan pidana. (Pasal 219 Ayat (2) KUHAP)

6.      Harap duduk rapi dan sopan apabila berada di dalam gedung pengadilan.

7.      Dilarang membuat kegaduhan baik di dalam gedung pengadilan maupun dihalaman gedung pengadilan.  (Pasal 217 KUHP)

8.      Dilarang merokok didalam gedung pengadilan dan minum minuman keras baik didalam maupun dihalaman gedung pengadilan.

9.      Dilarang membawa anak-anak dibawah umur 12 tahun, kecuali Majelis Hakim menghendaki anak tersebut menghadiri persidangan.

10.  Buanglah sampah pada tempatnya.

11.  Dilarang menempelkan pengumuman atau brosur dalam bentuk apapun didalam gedung pengadilan tanpa adanya ijin tertulis dari Ketua Pengadilan.

12.  Tidak diperkenankan melakukan pengambilan foto, rekaman suara, rekaman video di  dalam gedung pengadilan tanpa seijin Ketua Pengadilan.

13.Beberapa Tata Tertib Tambahan yang harus diikuti sebelum persidangan berlangsung, (Pasal 232 Ayat (1) KUHAP ) yaitu:

•      Bila anda adalah Saksi diharapkan datang 15 menit sebelum jadwal sidang yang ditentukan,  berpakaian rapi dan sopan serta membawa kartu identitas.

•      Para pihak berperkara diwajibkan untuk melaporkan kehadirannya kepada Panitera Pengganti  yang menangani perkaranya tersebut.

•      Sebelum persidangan dimulai, Panitera, Para Pihak yang bersengketa atau Penasehat Hukumnya dan pengunjung yang hadir haruslah sudah berada ditempat duduknya masingmasing.

B.TATA TERTIB  PERSIDANGAN :

 

1.      Pada saat Majelis Hakim Memasuki dan Meninggalkan Ruang Sidang, semua orang yang  hadir harus berdiri untuk menghormati. Selama persidangan berlangsung,  setiap pengunjung sidang harus duduk dengan sopan dan tertib ditempatnya masing-masing serta wajib memelihara ketertiban dalam ruang sidang. (Pasal 232 Ayat (1) dan (2) KUHAP)

2.      Ketua Majelis Hakim bertanggungjawab untuk menjaga ketertiban semua pihak di ruang sidang.  Semua yang hadir di ruang sidang harus mentaati semua perintah yang  dikeluarkan oleh Ketua Majelis Hakim. (Pasal 68 ayat (4) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 dan Pasal 217 Ayat (1) dan (2) KUHAP)

3.      Berbicara dengan suara yang jelas dan bahasa yang baik ketika seorang Hakim  atau penasehat hukum mengajukan pertanyaan sehingga para Hakim yang lainnya dapat mendengar dengan jelas.

4.      Memanggil seorang Hakim dengan sebutan “ Yang Mulia ”  dan seorang Penasehat Hukum dengan sebutan  “Penasehat Hukum”.

5.      Siapapun yang  datang keruang sidang wajib bersikap hormat pada institusi pengadilan dan mematuhi berbagai ketentuan (Pasal 69 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986, Pasal 218 danPasal 232 Ayat (3) KUHAP)  sebagai berikut :

            •      Wajib mentaati semua tata tertib yang ada di Pengadilan.

            •      Berpakaian Rapi dan Sopan.

•      Dilarang berbicara dengan pengunjung lainnya selama sidang berlangsung dan Dilarang berbicara keras diluar sidang yang  dapat menyebabkan suara masuk keruang sidang sehingga mengganggu jalannya persidangan.

•      Dilarang memberikan komentar / saran / tanggapan atas keterangan yang  diberikan oleh Saksi atau terhadap sesuatu yang terjadi selama persidangan tanpa seijin Majelis Hakim.

•      Pengunjung yang ingin masuk atau keluar ruang persidangan harus meminta ijin kepada Majelis Hakim atau Petugas Sidang.

•      Dilarang makan, minum, membaca Koran, menyalakan HP (menerima / mengangkat telepon),  dan membuat kegaduhan atau tindakan yang dapat mengganggu jalannya persidangan. 

•      Tidak diperkenankan mengambil foto, rekaman suara atau rekaman TV tanpa seijin Hakim Ketua Sidang.

6.      Siapapun dilarang membawa senjata api, senjata tajam, bahan peledak atau peralatan lainnya yang  dapat membahayakan keamanan sidang dan siapa yang membawanya wajib menitipkannya di  tempat yang khusus disediakan untuk itu.(Pasal 219 Ayat (1) KUHAP)

7.      Tanpa surat perintah, Petugas Keamanan Pengadilan dapat mengadakan penggeledahan Badan untuk menjamin bahwa kehadiran seseorang di ruang sidang tidak membawa benda,  alat ataupun bahan  yang  membahayakan keamanan sidang dan tidak mengurangi kemungkinan untuk dilakukan penuntutan bila ternyata penguasaan benda tersebut bersifat suatu tindak pidana. (Pasal 219 ayat (2) dan (4) KUHAP)

8.      Siapapun disidang pengadilan yang bersikap tidak sesuai dengan martabat Pengadilan dan tidak mentaati Tata Tertib Persidangan, setelah Hakim  Ketua Sidang member peringatan masih tetap melanggar Tata Tertib tersebut, maka atas perintah Hakim Ketua Sidang, yang bersangkutan dikeluarkan dari ruang sidang dan apabila pelanggaran tata tertib dimaksud bersifat suatu tindak pidana, tidak mengurangi kemungkinan dilakukan penuntutan terhadap pelakunya.( Pasal 69 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986dan Pasal 218 ayat (2) dan (3) KUHAP)

 

     

 

PENGADILAN TATA USAHA NEGARA DENPASAR         K E T U A,

 

DR. BAMBANG PRIYAMBODO, SH.,MH.

NIP. 19610422 198303 1 003 

Copyright © 2016 Pengadilan Tata Usaha Negara Denpasar. All rights reserved.